1. Cinta adalah sebuah kata yang sering didengar pada saat manusia itu berada dalam usia muda. Pemahaman cinta biasanya diartikan sebagai sebuah perkara yang meletakkan kesetiaan & ketundukan sesuatu kepada sesuatu lain.
Tasawuf sebagai disiplin ilmu hati juga tidak melupakan objek cinta ini. Hanya pemahamannya saja yang sedikit berbeda dengan yang biasa disebut-sebut oleh kaum muda.
Perbedaan pendapat dari para ahli tasawu(mutasawwif) pasti tidak bisa dihindari karena ilmu tasawuf bukan sekedar ilmu teori pada dasarnya, melainkan sebuah ilmu yang hanya dapat diidentifikasi secara jelas melalui empiris.
2. Hukum cinta dalam islam di sini ialah hukum mencintai Allah & Rasul-Nya. Para umat islam sepakat bahwa mencintai Allah & Rasul-Nya adalah fardu ain. Ini berdasarkan ayat dan hadis Nabi Muhammad SAW.
3. Tanda-tanda mencintai Allah yaitu terpotong atau terbunuhnya gairah duniawi dan ukhrawi.
Imam Yahya bin Mu’adz berkata :’Sabarnya orang yang mencintai itu lebih besar daripada orang yang zuhud. Dari sini Imam Amin al-Kurdi menyimpulkan bahwa sangat tidak mungkin seseorang mengaku mencintai Allah tetapi tidak menjauhi perkara-perkara yang haram. Menurutnya, barang siapa mengaku bahwa ia cinta tetapi tidak menjauhi beberapa kegairahan,maka ia penipu. Maka barang siapa mengaku mencintai surga tetapi tidak mengeluarkan infaq, ia adalah penipu.
{Februari 6, 2008} cinta dalam prespektif islam